Poso,Bongkarsulteng.my.id - Berbagai upaya untuk mengungkap kasus kematian gadis berusia 16 tahun Salsha Bela Agustin Pawira alias Sasa yang ditemukan tewas dengan sejumlah luka sayatan dan luka tusuk dengan pisau yang masih menancap di lehernya yang terjadi pada Senin 21 Oktober 2024 silam terus dilakukan polisi.
Hasil penyidikan tahap 1 (satu) uji sample DNA polisi akhirnya berhasil menemukan sampel DNA milik beberapa orang saksi.
Mengingat kasus ini merupakan kasus serius dan salah satu kasus besar yang sedang ditangani Satreskrim Polres Poso sehingga polisi tidak mau gegabah dan buru-buru menetapkan tersangka.
Hasil uji DNA tahap 1 itu masih akan di susul dengan hasil pemerikasaan atau uji DNA tahap 2 (dua) ditambah beberapa barang bukti lain di mana sampelnya sudah di kirim ke Puslabfor Mabes Polri dua minggu yang lalu.
Pemeriksaan saksi ahli dari Puslabfor Polri juga sudah dilaksanakan kemudian akan dilaksanakan asistensi dari Apsifor (Asosiasi psikologi forensik) setelah Lebaran nanti.
"Kami belum menetapkan tersangka. Akan kami buktikan secara scientific investigation, dengan melibatkan ahli Psikologi Forensic Indonesia, tidak semata-mata mengejar pengakuan. Karena dalam pengungkapan kasus pembunuhan, pengakuan tersangka tidak menjadi hal utama bahkan bisa diabaikan. Kami tetap fokus pada alat bukti yang lain. Sehingga calon tersangka tidak bisa mengelak atas perbuatannya," ungkap Kapolres Poso, AKBP Arthur Sameaputty kepada Bongkarsulteng.my.id yang mengkonfirmasi via WhatsApp, Selasa, (25/3/25).
Untuk pengungkapan kasus ini kepada masyarakat Kapolres memohon dukungan sehingga penanganan dapat berhasil dan terungkap sesuai yang diharapkan bersama.
"Kasus ini merupakan kasus atensi utama dari beberapa kasus besar lain yang sedang ditangani Sat Reskrim Polres Poso. Sehingga tetap dilaksanakan berbagai upaya untuk mengungkap. Kami minta dukungan doa dari masyarakat agar penanganan dapat berhasil dan terungkap. Terimakasih," pungkasnya.
Posting Komentar